Cara Membuat Makalah Kebijakan yang Baik dan Benar: Panduan Lengkap Berdasarkan PerLAN 28/2017

Cara Membuat Makalah Kebijakan yang Baik dan Benar: Panduan Lengkap Berdasarkan PerLAN 28/2017 | SPGI
Panduan ยท Karya Tulis Ilmiah Analis Kebijakan

Cara Membuat Makalah Kebijakan yang Baik dan Benar: Panduan Lengkap Berdasarkan PerLAN 28/2017

Panduan resmi membuat makalah kebijakan sesuai standar Lembaga Administrasi Negara โ€” dilengkapi struktur lengkap, enam ciri makalah yang baik, ketentuan abstrak, contoh, template, dan tips praktis untuk mahasiswa, ASN, dan Analis Kebijakan.

๐Ÿ“‹ Dasar Hukum: Peraturan LAN Nomor 28 Tahun 2017 tentang Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah bagi Analis Kebijakan
๐Ÿ“… Diperbarui: Juni 2026 โœ๏ธ Tim Riset SPGI โฑ Estimasi baca: 17 menit ๐Ÿ“„ Berlaku untuk: S1 ยท S2 ยท S3 ยท ASN ยท Analis Kebijakan

Seri Panduan KTI Berdasarkan PerLAN 28/2017

Artikel ini adalah bagian ketiga dari seri panduan KTI Analis Kebijakan yang disusun SPGI berdasarkan PerLAN 28/2017. Baca seluruh seri untuk pemahaman lengkap tentang empat jenis KTI yang diakui secara resmi.

Apa Itu Makalah Kebijakan?

Di antara empat jenis KTI yang diatur PerLAN 28/2017, makalah kebijakan adalah yang paling dekat dengan format akademis konvensional. Jika policy brief adalah percakapan langsung dengan pembuat kebijakan dan policy paper adalah presentasi untuk tim ahli, maka makalah kebijakan adalah karya ilmiah lengkap yang dipresentasikan dalam forum akademis atau dipublikasikan dalam jurnal.

Definisi Resmi โ€” PerLAN 28/2017, Pasal 1 Ayat 7

Makalah kebijakan adalah tulisan mengenai isu kontemporer yang memberikan alternatif kebijakan yang didukung oleh analisis tajam terhadap berbagai keluaran (output) yang dihasilkan dan sebagai informasi masukan (input) untuk membuat keputusan atas suatu kebijakan, baik terhadap kebijakan yang telah ada maupun kebijakan baru yang dianggap penting.

Sumber: Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 28 Tahun 2017

Ada tiga elemen kunci dalam definisi ini yang perlu dipahami dengan baik:

  • Isu kontemporer. Makalah kebijakan harus membahas isu yang relevan dan aktual โ€” bukan persoalan historis yang sudah selesai. Ini membedakannya dari karya sejarah kebijakan.
  • Analisis tajam terhadap output. Fokusnya pada apa yang dihasilkan oleh kebijakan yang sudah berjalan โ€” bukan sekadar deskripsi regulasi atau niat kebijakan.
  • Informasi masukan untuk keputusan. Hasil analisis harus berfungsi sebagai input yang berguna bagi pembuat kebijakan, baik untuk memperbaiki kebijakan yang ada maupun merancang kebijakan baru.

Perbedaan Makalah Kebijakan, Policy Brief, dan Policy Paper

Memahami posisi makalah kebijakan di antara jenis KTI lainnya sangat penting agar Anda tidak salah memilih format saat menyusun dokumen kebijakan.

Dimensi Policy Brief Policy Paper Makalah Kebijakan
Nama Resmi PerLAN Risalah Kebijakan Kertas Kerja Kebijakan Makalah Kebijakan
Panjang Maks. 1.500 kata 3.000โ€“6.000+ kata Komprehensif, ada abstrak 250 kata
Pembaca Utama Pembuat kebijakan Akademisi dan pemangku kepentingan Forum akademis, jurnal ilmiah
Abstrak Tidak ada Executive summary 500โ€“750 kata Abstrak 250 kata (bilingual)
Metode Penelitian Tidak wajib Wajib ada Wajib ada dan terinci
Kata Kunci Tidak ada Tidak ada Wajib ada (bilingual)
Daftar Pustaka Referensi utama Daftar referensi lengkap Min. 10 referensi
Forum Publikasi Internal, advokasi kebijakan Seminar kebijakan, pemangku kepentingan Jurnal ilmiah, konferensi akademis
Kapan Memilih Makalah Kebijakan?

Pilih makalah kebijakan ketika: (1) Anda ingin mempublikasikan karya dalam jurnal ilmiah atau dipresentasikan dalam konferensi; (2) diperlukan dokumentasi metodologi penelitian yang lengkap; (3) pembaca adalah komunitas akademis yang membutuhkan standar penulisan ilmiah penuh; atau (4) sebagai tugas akhir atau karya akademis formal di perguruan tinggi.

6 Ciri Makalah Kebijakan yang Baik

PerLAN 28/2017 menetapkan enam ciri umum makalah kebijakan yang baik. Ini bukan sekadar daftar estetika โ€” ini adalah standar kualitas yang akan dinilai oleh reviewer jurnal, penguji seminar, dan tim penilai angka kredit.

๐ŸŽฏ

Akurat dan Komprehensif

Menyampaikan fakta dan gagasan secara akurat, dibahas tuntas, dan mampu mengantisipasi pertanyaan dari pembacanya.

๐Ÿ“š

Sumber Informasi Baik

Memiliki data dan informasi yang lengkap serta mencantumkan kutipan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

โš–๏ธ

Seimbang

Mengungkap gagasan secara objektif โ€” tidak memihak secara berlebihan dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda.

๐Ÿ’ก

Kreatif

Fakta dan data ditata, dipadukan, dianalisis, dan disimpulkan dengan menarik โ€” baik dari segi redaksi maupun ilustrasi visual.

โœ๏ธ

Penulisan Benar

Bebas dari kesalahan gaya bahasa, tata bahasa, tanda baca, penggunaan kata, dan ejaan sesuai kaidah bahasa Indonesia.

๐Ÿ“

Sistematis

Mendeskripsikan gagasan secara runtut: pendahuluan, permasalahan, pembahasan, kesimpulan dan saran, serta penutup.

Catatan SPGI

Enam ciri ini bukan daftar yang bisa dipilih sebagian. Sebuah makalah kebijakan yang baik harus memenuhi seluruhnya. Kekurangan pada satu ciri โ€” misalnya tidak seimbang atau tidak sistematis โ€” dapat melemahkan keseluruhan kualitas karya, bahkan jika ciri lainnya sudah sangat baik.

Struktur Makalah Kebijakan Sesuai PerLAN 28/2017

PerLAN 28/2017 menetapkan sepuluh komponen dalam sistematika penulisan makalah kebijakan. Ini adalah struktur paling lengkap di antara semua jenis KTI โ€” mencerminkan karakter ilmiahnya yang paling kuat.

A
Komponen 1
Judul

Judul makalah kebijakan memiliki standar yang lebih ketat dibandingkan policy brief. PerLAN 28/2017 menetapkan bahwa judul harus: spesifik, jelas, ringkas, menggugah rasa untuk dibaca, menggambarkan substansi atau isi tulisan, dan mengandung unsur kata kunci. Tidak perlu diawali dengan kata “penelitian”, “analisis”, atau “studi” kecuali kata tersebut memang menjadi pokok bahasan.

Ketentuan Tambahan Judul ditulis dalam dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) jika untuk publikasi jurnal ilmiah. Diketik dengan huruf besar dan dicetak tebal (bold), kecuali nama latin.
B
Komponen 2
Nama Penulis

Nama penulis ditampilkan dengan jelas dan lengkap tanpa menyebutkan gelar. Nama asli ditulis penuh tanpa disingkat โ€” jika nama akan disingkat, harus memenuhi kaidah dan konsisten. Nama penulis utama harus berada paling awal.

Penting Berbeda dari policy paper yang memiliki biografi penulis terpisah, dalam makalah kebijakan nama penulis dan afiliasi cukup dicantumkan di bagian awal dokumen.
C
Komponen 3
Alamat Penulis

Berisi nama instansi atau lembaga tempat penulis bekerja dan alamat email penulis pribadi. Perhatian: PerLAN 28/2017 secara eksplisit menyatakan bahwa alamat email instansi tidak diperbolehkan โ€” hanya email pribadi penulis.

D
Komponen 4
Abstrak dan Kata Kunci

Ini adalah komponen yang paling membedakan makalah kebijakan dari dua jenis KTI sebelumnya. Abstrak dalam makalah kebijakan memiliki ketentuan yang sangat spesifik dan ketat dari PerLAN 28/2017.

Ketentuan Abstrak Sesuai PerLAN 28/2017 Ditulis dalam 250 kata dalam Bahasa Indonesia dan dalam Bahasa Inggris (satu lembar total). Bersifat mandiri (stand alone) โ€” dapat dipahami tanpa membaca isi makalah. Kata kunci ditulis dalam dua bahasa dan ditempatkan di bawah abstrak.
E
Komponen 5
Pendahuluan

Pendahuluan makalah kebijakan terdiri dari latar belakang, permasalahan dan tujuan, hipotesis (jika ada), rancangan penelitian, dan tinjauan pustaka atau reviu literatur. Ini adalah pendahuluan yang paling komprehensif di antara semua jenis KTI dalam PerLAN 28/2017.

F
Komponen 6
Metode Penelitian

Berbeda dari policy brief yang tidak membutuhkan metode, makalah kebijakan wajib menjelaskan metode penelitian secara terperinci. PerLAN 28/2017 menetapkan empat syarat penjelasan metode yang harus dipenuhi.

4 Syarat Metode Penelitian Sesuai PerLAN 28/2017 (1) Berdasarkan karakteristik keilmuan: rasional, empiris, atau sistematis dengan sasaran hasil mutakhir. (2) Mencakup bahan, peralatan, dan metode yang digunakan sebagai alat analisis. (3) Memiliki deskripsi atau uraian mengenai prosedur yang dilakukan. (4) Penjelasan metode harus cukup terperinci.
G
Komponen 7
Hasil dan Pembahasan

Bagian ini memuat hasil penelitian dan pembahasannya, termasuk ilustrasi berupa gambar, tabel, grafik, foto, diagram, dan lain-lain. Ini adalah bagian terpanjang dan terpenting dalam makalah kebijakan โ€” tempat analisis substantif disajikan secara sistematis.

Tips SPGI Gunakan visualisasi data secara strategis. Satu grafik yang tepat dapat menyampaikan temuan yang membutuhkan tiga paragraf penjelasan. PerLAN 28/2017 mendorong penggunaan ilustrasi untuk mempermudah pemahaman pembaca.
H
Komponen 8
Kesimpulan

PerLAN 28/2017 memberikan definisi yang sangat jelas tentang kesimpulan: bukan tulisan ulang dari pembahasan, bukan ringkasan, melainkan penyampaian singkat dalam bentuk kalimat utuh atau butir-butir kesimpulan secara berurutan. Ini adalah distilasi dari seluruh temuan โ€” bukan pengulangan.

I
Komponen 9
Saran

Saran berisi rekomendasi akademis, tindak lanjut nyata, atau implikasi kebijakan atas kesimpulan yang diperoleh. Dalam makalah kebijakan, saran harus konkret dan dapat ditindaklanjuti โ€” bukan saran yang bersifat generik dan tidak memiliki penerima yang jelas.

J
Komponen 10
Daftar Pustaka

Daftar pustaka disusun berdasarkan aturan lembaga penerbit. PerLAN 28/2017 memberikan panduan khusus: sebaiknya isi tulisan tidak terlalu banyak mengutip dari tulisan sendiri, dan sumber acuan berjumlah paling sedikit sepuluh referensi. Semua referensi harus dari sumber yang reliabel dan dapat diverifikasi.

Ketentuan Minimum Paling sedikit 10 (sepuluh) referensi. Ini adalah standar minimum yang ditetapkan PerLAN 28/2017 โ€” dalam praktiknya, makalah kebijakan yang baik biasanya memiliki 15โ€“30 referensi.

Panduan Menulis Abstrak yang Benar

Abstrak adalah komponen yang paling sering ditulis dengan buruk dalam makalah kebijakan. Banyak penulis menganggap abstrak sebagai ringkasan latar belakang โ€” padahal abstrak yang baik harus jauh lebih dari itu.

Berdasarkan PerLAN 28/2017, abstrak yang baik harus memberikan gambaran dari isi makalah dan mengungkapkan tiga hal berikut:

๐Ÿ“ Tiga Elemen Wajib Abstrak โ€” PerLAN 28/2017
1
Permasalahan Pokok yang Dibahas

Apa isu kebijakan yang menjadi fokus makalah? Mengapa isu ini penting dan relevan untuk dibahas saat ini?

2
Metode Analisis yang Digunakan

Bagaimana makalah ini menganalisis permasalahan? Metode apa yang digunakan โ€” kualitatif, kuantitatif, atau mixed method?

3
Pernyataan Singkat tentang Kegiatan yang Dilakukan

Apa yang dilakukan dalam penelitian ini โ€” apa yang dikaji, siapa yang dilibatkan, dan di mana konteks kajiannya?

Ketentuan Teknis Abstrak

  • Panjang: 250 kata dalam Bahasa Indonesia dan 250 kata dalam Bahasa Inggris โ€” keduanya dalam satu lembar
  • Sifat: Stand alone โ€” dapat dipahami sepenuhnya tanpa membaca isi makalah
  • Kata kunci: ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris), ditempatkan di bawah masing-masing abstrak
  • Isi: tidak boleh ada kutipan atau referensi di dalam abstrak
  • Tense: gunakan kata kerja lampau untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan
Kesalahan Paling Umum dalam Penulisan Abstrak

Menulis abstrak sebagai salinan pendahuluan. Abstrak harus mencakup seluruh dokumen โ€” termasuk metode, temuan, dan kesimpulan โ€” bukan hanya latar belakangnya. Jika abstrak hanya menggambarkan konteks tanpa menyebut temuan, abstrak tersebut belum memenuhi standar PerLAN 28/2017.

Ketentuan Metode Penelitian dalam Makalah Kebijakan

Salah satu pembeda utama makalah kebijakan dari policy brief adalah kewajiban menjelaskan metode penelitian secara terperinci. PerLAN 28/2017 menyatakan bahwa metode penelitian dalam makalah kebijakan harus memenuhi karakteristik keilmuan โ€” yaitu bersifat rasional, empiris, atau sistematis.

Metode yang Umum Digunakan

  • Kualitatif โ€” studi kasus, wawancara mendalam, analisis dokumen, fenomenologi. Cocok untuk memahami dinamika kebijakan yang kompleks dan kontekstual.
  • Kuantitatif โ€” survei, analisis statistik, regresi, analisis data sekunder. Cocok untuk mengukur hubungan antar variabel dalam kebijakan.
  • Mixed Method โ€” kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Semakin populer dalam penelitian kebijakan karena memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
  • Analisis Kebijakan โ€” content analysis, regulatory impact assessment, evaluasi program. Spesifik untuk kajian kebijakan publik.
Yang Harus Dijelaskan dalam Bagian Metode

Pendekatan penelitian yang digunakan | Teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, dokumentasi, survei) | Sumber data dan informan kunci | Teknik analisis data | Cara memastikan validitas dan reliabilitas temuan.

Perbedaan Kesimpulan dan Ringkasan

Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan mahasiswa dan bahkan penulis berpengalaman. PerLAN 28/2017 secara eksplisit menegaskan bahwa kesimpulan bukan ringkasan dan bukan tulisan ulang dari pembahasan.

Aspek Ringkasan โŒ Kesimpulan โœ…
Isi Mengulang kembali poin-poin dari pembahasan Menyampaikan implikasi dan makna dari temuan
Fungsi Memperpendek pembahasan Menjawab rumusan masalah secara langsung
Nada Deskriptif โ€” menggambarkan apa yang ada Interpretatif โ€” memaknai apa yang ditemukan
Format Paragraf panjang Kalimat utuh atau butir-butir berurutan
Informasi baru Tidak ada Boleh ada โ€” berupa implikasi atau arah penelitian lanjutan
Cara Mudah Menulis Kesimpulan yang Benar

Kembali ke rumusan masalah yang Anda tulis di pendahuluan. Kesimpulan yang baik adalah yang menjawab setiap pertanyaan dalam rumusan masalah secara langsung, ringkas, dan dalam bahasa yang berbeda dari pembahasan โ€” bukan mengulanginya.

Yang Boleh dan Tidak Boleh dalam Makalah Kebijakan

โœ… Yang Harus Dilakukan
  • Tulis judul dalam dua bahasa jika untuk publikasi jurnal
  • Sertakan abstrak 250 kata dalam Bahasa Indonesia dan Inggris
  • Cantumkan kata kunci dalam dua bahasa di bawah abstrak
  • Jelaskan metode penelitian secara terperinci
  • Gunakan minimal 10 referensi dari sumber reliabel
  • Pisahkan dengan jelas antara hasil dan pembahasan
  • Tulis kesimpulan sebagai jawaban atas rumusan masalah
  • Gunakan visualisasi data untuk memperkuat pembahasan
โŒ Yang Harus Dihindari
  • Menggunakan email instansi dalam alamat penulis
  • Menulis abstrak hanya sebagai ringkasan latar belakang
  • Mencantumkan kutipan atau referensi di dalam abstrak
  • Menulis kesimpulan sebagai ringkasan pembahasan
  • Menggunakan blog atau Wikipedia sebagai referensi
  • Kurang dari 10 referensi dalam daftar pustaka
  • Tidak mencantumkan metode penelitian sama sekali
  • Saran yang terlalu umum tanpa penerima yang jelas

Template Makalah Kebijakan Siap Pakai

Berikut adalah template struktur makalah kebijakan yang sesuai dengan PerLAN 28/2017. Gunakan sebagai kerangka kerja yang dapat disesuaikan dengan topik dan konteks spesifik Anda.

๐Ÿ“„ Template Makalah Kebijakan โ€” Berdasarkan PerLAN 28/2017

JUDUL MAKALAH KEBIJAKAN (BAHASA INDONESIA)

TITLE OF POLICY PAPER (ENGLISH VERSION)

โŸถ Spesifik, jelas, mengandung kata kunci | Huruf besar, cetak tebal

Nama Penulis

[Nama lengkap tanpa gelar | Nama penulis utama paling awal]

[Nama instansi/lembaga | Email pribadi penulis โ€” bukan email instansi]

Abstrak

[Permasalahan pokok | Metode analisis | Kegiatan yang dilakukan | Temuan utama | Kesimpulan singkat]

Kata Kunci: [kata kunci 1, kata kunci 2, kata kunci 3, kata kunci 4, kata kunci 5]

โŸถ 250 kata Bahasa Indonesia

Abstract

[English translation of the abstract above]

Keywords: [keyword 1, keyword 2, keyword 3, keyword 4, keyword 5]

โŸถ 250 kata Bahasa Inggris | Total abstrak dalam satu lembar

A. Pendahuluan

[Latar belakang | Identifikasi masalah | Rumusan masalah | Tujuan penulisan | Hipotesis jika ada | Tinjauan pustaka/reviu literatur]

B. Metode Penelitian

[Pendekatan penelitian: kualitatif/kuantitatif/mixed method | Teknik pengumpulan data | Sumber data dan informan | Teknik analisis data | Validitas dan reliabilitas]

โŸถ Harus cukup terperinci agar dapat direplikasi

C. Hasil dan Pembahasan

[Temuan penelitian yang menjawab rumusan masalah | Analisis mendalam atas temuan | Ilustrasi: tabel, grafik, gambar, diagram | Kaitkan dengan teori dan literatur yang relevan]

โŸถ Bagian terpanjang โ€” proporsi terbesar dokumen

D. Kesimpulan

[Jawaban langsung atas rumusan masalah | Bukan ringkasan pembahasan | Dalam bentuk kalimat utuh atau butir-butir berurutan]

E. Saran

[Rekomendasi akademis atau tindak lanjut | Implikasi kebijakan atas kesimpulan | Arah penelitian lanjutan yang disarankan]

Daftar Pustaka

[Semua referensi yang dikutip dalam makalah โ€” disusun sesuai gaya sitasi yang dipilih]

โŸถ Minimum 10 referensi | Pilih salah satu: APA, MLA, Chicago, CSE, atau AMA

Contoh Judul Makalah Kebijakan yang Efektif

Berikut adalah contoh judul makalah kebijakan dari berbagai bidang administrasi publik yang memenuhi kriteria PerLAN 28/2017 โ€” spesifik, mengandung kata kunci, dan mencerminkan kajian ilmiah yang komprehensif.

Contoh 01 ยท Pelayanan Publik

Kualitas Pelayanan Publik Digital dan Kepuasan Masyarakat: Analisis Implementasi Aplikasi Layanan Kependudukan di Pemerintah Kota

Fokus: Menganalisis hubungan antara kualitas layanan publik digital dan tingkat kepuasan masyarakat pengguna aplikasi kependudukan daerah.

Pelayanan Digital Kepuasan Masyarakat E-Government
Contoh 02 ยท Collaborative Governance

Tata Kelola Kolaboratif dalam Penanganan Stunting: Koordinasi Lintas Sektor dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitasnya di Kabupaten

Fokus: Menganalisis pola dan efektivitas koordinasi lintas OPD dalam penanganan stunting menggunakan kerangka Collaborative Governance Ansell dan Gash.

Collaborative Governance Stunting Koordinasi Lintas Sektor
Contoh 03 ยท Reformasi Birokrasi

Implementasi Sistem Merit dalam Manajemen ASN Pasca Penyederhanaan Birokrasi: Studi Komparatif di Tiga Pemerintah Daerah

Fokus: Membandingkan implementasi sistem merit dalam promosi jabatan ASN di tiga pemerintah daerah setelah kebijakan penyederhanaan birokrasi.

Merit System ASN Penyederhanaan Birokrasi
Contoh 04 ยท Keuangan Daerah

Efektivitas Dana Alokasi Khusus dalam Mendorong Pemenuhan Standar Pelayanan Minimum Bidang Kesehatan di Daerah Tertinggal

Fokus: Mengevaluasi efektivitas DAK Kesehatan dalam mendorong pemenuhan SPM di kabupaten-kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal.

DAK SPM Kesehatan Daerah Tertinggal

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa perbedaan utama makalah kebijakan dengan policy brief dan policy paper?
Makalah kebijakan adalah yang paling akademis di antara ketiganya. Ia memiliki abstrak bilingual 250 kata, kata kunci bilingual, metode penelitian yang terperinci, dan minimal 10 referensi. Policy brief lebih ringkas dan persuasif untuk pembuat kebijakan. Policy paper lebih akademis dari policy brief tapi tidak selengkap makalah kebijakan dari sisi dokumentasi metodologi.
Mengapa abstrak makalah kebijakan harus ditulis dalam dua bahasa?
Karena makalah kebijakan diperuntukkan bagi publikasi ilmiah โ€” jurnal nasional maupun internasional. Abstrak bilingual memungkinkan pembaca dari berbagai latar belakang bahasa mengakses inti dari makalah tanpa harus membaca keseluruhan dokumen. PerLAN 28/2017 mewajibkan ini sebagai standar penulisan ilmiah yang diakui secara internasional.
Apakah makalah kebijakan cocok untuk tugas skripsi atau tesis?
Format makalah kebijakan cocok sebagai artikel jurnal yang merupakan bagian dari output penelitian tesis atau disertasi, bukan sebagai pengganti skripsi atau tesis itu sendiri. Banyak program S2 dan S3 mensyaratkan mahasiswanya untuk mempublikasikan satu artikel jurnal โ€” dan format makalah kebijakan sesuai PerLAN 28/2017 adalah panduan yang tepat untuk itu.
Berapa jumlah referensi minimum dalam makalah kebijakan?
PerLAN 28/2017 menetapkan minimum 10 (sepuluh) referensi. Dalam praktiknya, makalah kebijakan yang dipublikasikan di jurnal ilmiah biasanya memiliki 15 hingga 30 referensi, tergantung kedalaman kajian dan persyaratan jurnal yang dituju.
Apa yang dimaksud dengan kesimpulan bukan ringkasan dalam PerLAN 28/2017?
PerLAN 28/2017 secara eksplisit menyatakan bahwa kesimpulan “bukan merupakan tulisan ulang dari pembahasan dan juga bukan merupakan ringkasan.” Kesimpulan adalah penyampaian singkat dalam bentuk kalimat utuh yang menjawab langsung rumusan masalah penelitian โ€” bukan sekadar merangkum kembali apa yang sudah dibahas.
Apakah SPGI menyediakan layanan konsultasi penulisan makalah kebijakan?
Ya. SPGI menyediakan layanan konsultasi penulisan seluruh jenis KTI Analis Kebijakan sesuai PerLAN 28/2017, termasuk makalah kebijakan, bagi mahasiswa, ASN, dan Analis Kebijakan. Hubungi kami melalui spgi.institute.

Penutup: Makalah Kebijakan sebagai Jembatan antara Ilmu dan Kebijakan

Dari tiga jenis KTI yang sudah kita bahas dalam seri ini, makalah kebijakan adalah yang paling menuntut. Ia membutuhkan ketelitian metodologi seorang peneliti, kejelasan komunikasi seorang praktisi, dan ketajaman analisis seorang analis kebijakan โ€” sekaligus.

Tapi justru itulah kekuatannya. Makalah kebijakan yang baik adalah jembatan yang paling kokoh antara dunia akademis dan dunia kebijakan. Ia bisa dipublikasikan di jurnal ilmiah, dipresentasikan di konferensi, dan pada saat yang sama memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh pemangku kepentingan.

Dengan memahami standar PerLAN 28/2017 secara menyeluruh โ€” dari abstrak bilingual hingga ketentuan minimal referensi โ€” Anda tidak hanya memenuhi persyaratan formal, tetapi membangun kompetensi menulis kebijakan yang akan terus berguna sepanjang karier Anda.

Pesan dari Tim Riset SPGI

Seri panduan KTI PerLAN 28/2017 ini โ€” policy brief, policy paper, dan makalah kebijakan โ€” adalah investasi pemahaman yang akan membedakan Anda dari penulis kebijakan yang hanya menulis berdasarkan kebiasaan. Standar yang jelas menghasilkan karya yang jelas. Dan karya yang jelas adalah yang paling mungkin menghasilkan perubahan nyata.

Seri Panduan KTI PerLAN 28/2017 di SPGI

Baca seluruh seri panduan KTI Analis Kebijakan berdasarkan PerLAN 28/2017:

Share the Post:

Related Posts